Rabu, 11 September 2013

Standar kualitas air minum Negara Indonesia dan Jepang



STANDAR KUALITAS AIR MINUM INDONESIA
Kualitas air secara umum menunjukkan mutu atau kondisi air yang dikaitkan dengan suatu kegiatan atau keperluan tertentu. Sedangkan kuantitas menyangkut jumlah air yang dibutuhkan manusia dalam kegiatan tertentu. Air adalah materi esensial didalam kehidupan, tidak ada satupun makhluk hidup di dunia ini yang tidak membutuhkan air. Sebagian besar tubuh manusia itu sendiri terdiri dari air. Tubuh manusia rata-rata mengandung air sebanyak 90 % dari berat badannya. Tubuh orang dewasa, sekitar 55-60%, berat badan terdiri dari air, untuk anak-anak sekitar 65% dan untuk bayi sekitar 80% . Air bersih dibutuhkan dalam pemenuhan kebutuhan manusia untuk melakukan segala kegiatan mereka. Sehingga perlu diketahui bagaimana air dikatakan bersih dari segi kualitas dan bisa digunakan dalam jumlah yang memadai dalam kegiatan sehari-hari manusia. Ditinjau dari segi kualitas, ada bebarapa persyaratan yang harus dipenuhi, di antaranya kualitas fisik yang terdiri atas bau, warna dan rasa, kulitas kimia yang terdiri atas pH, kesadahan, dan sebagainya serta kualitas biologi diman air terbebas dari mikroorganisme penyebab penyakit. Agar kelangsungan hidup manusia dapat berjalan lancar, air bersih juga harus tersedia dalam jumlah yang memadai sesuai dengan aktifitas manusia pada tempat tertentu dan kurun waktu tertentu.
 Air sebagai materi esensial dalam kehidupan tampak dari kebutuhan terhadap air untuk keperluan sehari-hari di lingkungan rumah tangga ternyata berbeda-beda di setiap tempat, setiap tingkatan kehidupan atau setiap bangsa dan negara. Semakin tinggi taraf kehidupan seseorang semakin meningkat pula kebutuhan manusia akan air. Jumlahpenduduk dunia setiap hari bertambah, sehingga mengakibatkan jumlah kebutuhan air (Suriawiria,1996).
Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1405/menkes/sk/xi/2002 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran dan industri terdapat pengertian mengenai Air Bersih yaitu air yang dipergunakan untuk keperluan sehari-hari dan kualitasnya memenuhi persyaratan kesehatan air bersih sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan dapatdiminum apabila dimasak.
Bagi manusia kebutuhan akan air sangat mutlak karena sebenarnya zat pembentuk tubuh manusia sebagian besar terdiri dari air yang jumlahnya sekitar 73% dari bagian tubuh. Air di dalam tubuh manusia berfungsi sebagai pengangkut dan pelarut bahan-bahan makanan yang penting bagi tubuh. Sehingga untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya manusia berupaya mendapatkan air yang cukup bagi dirinya (Suharyono, 1996). Dalam menjalankan fungsi kehidupan sehari-hari manusia amat tergantung pada air, karena air dipergunakan pula untuk mencuci, membersihkan peralatan, mandi, dan lain sebagainya. Manfaat lain dari air berupa pembangkit tenaga, irigasi, alat transportasi, dan lain sebagainya yang sejenis dengan ini. Semakin maju tingkat kebudayaan masyarakat maka penggunaan air makin meningkat.
  Kebutuhan air yang paling utama bagi manusia adalah air minum. Menurut ilmu kesehatan setiap orang memerlukan air minum hidup 2-3 minggu tanpa makan tetapi hanya dapat bertahan 2-3 hari tanpa air minum (Suripin, 2002). 
Air merupakan faktor penting dalam pemenuhan kebutuhan vital bagi mahluk hidup diantaranya sebagai air minum atau keperluan rumah tangga lainnya. Air yang digunakan harus bebas dari kuman penyakit dan tidak mengandung bahan beracun. Sumber air minum yang memenuhi syarat sebagai air baku air minum jumlahnya makin lama makin berkurang sebagai akibat ulah manusia sendiri baik sengaja maupun tidak disengaja.
Upaya pemenuhan kebutuhan air oleh manusia dapat mengambil air dari dalam tanah, air permukaan, atau langsung dari air hujan. Dari ke tiga sumber air tersebut, air tanah yang paling banyak digunakan karena air tanah memiliki beberapa kelebihan di banding sumber-sumber lainnya antara lain karena kualitas airnya yang lebih baik serta pengaruh akibat pencemaran yang relatif kecil.
Akan tetapi  air yang dipergunakan tidak selalu sesuai dengan syarat kesehatan, karena sering ditemui air tersebut mengandung bibit ataupun zat-zat tertentu yang dapat menimbulkan penyakit yang justru membahayakan kelangsungan hidup manusia. 
Berdasarkan masalah di atas, maka perlu diketahui kualitas air yang bisa digunakan untuk kebutuhan manusia tanpa menyebabkan akibat buruk dari penggunaan air tersebut. Kebutuhan air bagi manusia harus terpenuhi baik secara kualitas maupun kuantitasnya agar manusia mampu hidup dan menjalankan segala kegiatan dalam kehidupannya.
 Ditinjau Dari Segi Kualitas (Mutu) Air Secara langsung atau tidak langsung pencemaran akan berpengaruh terhadap kualitas air. Sesuai dengan dasar pertimbangan penetapan kualitas air minum, usaha pengelolaan terhadap air yang digunakan oleh manusia sebagai air minum berpedoman pada standar kualitas air terutama dalam penilaian terhadap produk air minum yang dihasilkannya, maupun dalam merencanakan sistem dan proses yang akan dilakukan terhadap sumber daya air

Persyaratan Kualitas Air
Parameter Kualitas Air yang digunakan untuk kebutuhan manusia haruslah air yang tidak tercemar atau memenuhi persyaratan fisika, kimia, dan biologis.
1.        Syarat fisik, antara lain:
Air yang berkualitas harus memenuhi persyaratan  fisika sebagai berikut:
a.       Jernih atau tidak keruh
Air yang keruh disebabkan oleh adanya butiran-butiran koloid dari tanah liat. Semakin banyak kandungan koloid maka air semakin keruh.
b.      Tidak berwarna
 Air untuk keperluan rumah tangga harus jernih. Air yang berwarna berarti mengandung bahan-bahan lain yang berbahaya bagi kesehatan.
c.       Rasanya tawar
Secara fisika, air bisa dirasakan oleh lidah. Air yang terasa asam, manis, pahit atau asin menunjukan air tersebut tidak baik. Rasa asin disebabkan adanya garam-garam tertentu  yang larut dalam air, sedangkan rasa asam diakibatkan adanya asam organik maupun asam anorganik.
d.      Tidak berbau
Air yang baik memiliki ciri tidak berbau bila dicium dari jauh maupun dari dekat. Air yang berbau busuk mengandung bahan organik yang sedang mengalami dekomposisi (penguraian) oleh mikroorganisme air.
e.      Temperaturnya normal
Suhu air sebaiknya sejuk atau tidak panas terutama agar tidak terjadi pelarutan zat kimia yang ada pada saluran/pipa, yang dapat membahayakan kesehatan dan menghambat pertumbuhan mikro organisme.

f.        Tidak mengandung zat padatan
Air minum mengandung zat padatan yang terapung di dalam air

2.      Syarat kimiawi, antara lain:
a.    pH (derajat keasaman)
Penting dalam proses penjernihan air karena keasaman air pada umumnya disebabkan gas Oksida yang larut dalam air terutama karbondioksida. Pengaruh yang menyangkut aspek kesehatan dari pada penyimpangan standar kualitas air minum dalam hal pH yang lebih kecil 6,5 dan lebih besar dari 9,2 akan tetapi dapat menyebabkan beberapa senyawa kimia berubah menjadi racun yang sangat mengganggu kesehatan.
b.    Kesadahan
Kesadahan ada dua macam yaitu kesadahan sementara dan kesadahanvnonkarbonat (permanen). Kesadahan sementara akibat keberadaan Kalsium dan Magnesium bikarbonat yang dihilangkan dengan memanaskan air hingga mendidih atau menambahkan kapur dalam air. Kesadahan nonkarbonat (permanen) disebabkan oleh sulfat dan karbonat, Chlorida dan Nitrat dari Magnesium dan Kalsium disamping Besi dan Alumunium. Konsentrasi kalsium dalam air minum yang lebih rendah dari 75 mg/l dapat menyebabkan penyakit tulang rapuh, sedangkan konsentrasi yang lebih tinggi dari 200 mg/l dapat menyebabkan korosifitas pada pipa-pipa air. Dalam jumlah yang lebih kecil magnesium dibutuhkan oleh tubuh untuk pertumbuhan tulang, akan tetapi dalam jumlah yang lebih besar 150 mg/l dapat menyebabkan rasa mual.
c.     Besi
Air yang mengandung banyak besi akan berwarna kuning dan menyebabkan rasa logam besi dalam air, serta menimbulkan korosi pada bahan yang terbuat dari metal. Besi merupakan salah satu unsur yang merupakan hasil pelapukan batuan induk yang banyak ditemukan diperairan umum. Batas maksimal yang terkandung didalam air adalah 1,0 mg/l
d.    Aluminium
Batas maksimal yang terkandung didalam air menurut Peraturan Menteri Kesehatan No 82 / 2001 yaitu 0,2 mg/l. Air yang mengandung banyak aluminium menyebabkan rasa yang tidak enak apabila dikonsumsi.
e.    Zat organik
Larutan zat organik yang bersifat kompleks ini dapat berupa unsur hara makanan maupun sumber energi lainnya bagi flora dan fauna yang hidup di perairan.
f.     Sulfat
Kandungan sulfat yang berlebihan dalam air dapat mengakibatkan kerak air yang keras pada alat merebus air (panci / ketel)selain mengakibatkan bau dan korosi pada pipa. Sering dihubungkan dengan penanganan dan pengolahan air bekas.
g.    Nitrat dan nitrit
Pencemaran air dari nitrat dan nitrit bersumber dari tanah dan tanaman. Nitrat dapat terjadi baik dari NO2 atmosfer maupun dari pupuk-pupuk yang digunakan dan dari oksidasi NO2 oleh bakteri dari kelompok Nitrobacter. Jumlah Nitrat yang lebih besar dalam usus cenderung untuk berubah menjadi Nitrit yang dapat bereaksi langsung dengan hemoglobine dalam daerah membentuk methaemoglobine yang dapat menghalang perjalanan oksigen didalam tubuh


3.      Syarat mikrobiologi, antara lain:
Tidak mengandung kuman-kuman penyakit seperti disentri, tipus, kolera, dan bakteri patogen penyebab penyakit.
Seperti kita ketahui jika standar mutu air sudah diatas standar atau sesuai dengan standar tersebut maka yang terjadi adalah akan menentukan besar kecilnya investasi dalam pengadaan air bersih tersebut, baik instalasi penjernihan air dan biaya operasi serta pemeliharaannya. Sehingga semakin jelek kualitas air semakin berat beban masyarakat untuk membayar harga jual air bersih. Dalam penyediaan air bersih yang layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat banyak mengutip Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 173/Men.Kes/Per/VII/1977, penyediaan air harus memenuhi kuantitas dan kualitas, yaitu:
a.    Aman dan higienis.
b.      Baik dan layak minum.
c.       Tersedia dalam jumlah yang cukup.
d.      Harganya relatif murah atau terjangkau oleh sebagian besar masyarakat

Parameter yang ada digunakan untuk metode dalam proses perlakuan, operasi dan biaya. Parameter air yang penting ialah parameter fisik, kimia, biologis dan radiologis yaitu sebagai berikut:
Parameter Air Bersih secara Fisika
1.    Kekeruhan
2.    Warna
3.    Rasa & bau
4.    Endapan
5.    Temperatur

Parameter Air Bersih secara Kimia
1.       Organik, antara lain: karbohidrat, minyak/ lemak/gemuk, pestisida, fenol, protein, deterjen,










Standar Kualitas Air di Perairan Umum
( Peraturan Pemerintah No.20 Tahun 1990 )

No
Parameter
Satuan
Kadar Maksimum
Golongan A
Golongan
 B
Golongan
C
Golongan D
FISIKA




1
Bau
-
-
-
-
-
2
Jumlah zat padat terlarut
Mg/L
1000
1000
1000
1000
3
Kekeruhan
Skala NTU
5



4
Rasa
-




5
Warna
Skala TCU
15



6
Suhu
oC
Suhu udara



7
Daya Hantar Listrik
Umhos/cm



2250







KIMIA anorganik




1
Air raksa
Mg/lt
0.001
0.001
0.002
0.005
2
Aluminium
Mg/lt
0.2
-


3
Arsen
Mg/lt
0.005
0.05
1
1
4
Barium
Mg/lt
1
1


5
Besi
Mg/lt
0.3
5


6
Florida
Mg/lt
0.5
1.5
1.5

7
Kadmium
Mg/lt
0.005
0.01
0.01
0.01
8
Kesadahan CaCO3
Mg/lt
500



9
Klorida
Mg/lt
250
600
0.003

10
Kromium valensi 6
Mg/lt
0.005
0.05
0.05
1
11
Mangan
Mg/lt
0.1
0.5

2
12
Natriun
Mg/lt
200


60
13
Nitrat sebagai N
Mg/lt
10
10


14
Nitrit sebagai N
Mg/lt
1.0
1
0.06

15
Perak
Mg/lt
0.05



16
.pH

6.5 – 8.5
5 – 9
6 – 9
5 – 9
17
Selenium
Mg/lt
0.01
0.01
0.05
0.05
18
Seng
Mg/lt
5
5
0.02
2
19
Sianida
Mg/lt
0.1
0.1
0.02

20
Sulfat
Mg/lt
400
400


21
Sulfida sebagao H2S
Mg/lt
0.05
0.1
0.002

22
Tembaga
Mg/lt
1.0
1
0.02
0.1
23
Timbal
Mg/lt
0.05
0.01
0.03
1
24
Oksigen terlarut (DO)
Mg/lt
-
>=6
>3

25
Nikel
Mg/lt
-


0.5
26
SAR (Sodium Absortion Ratio)
Mg/lt
-


1.5 – 2.5







Kimia Organik




1
Aldrin dan dieldrin
Mg/lt
0.0007
0.017


2
Benzona
Mg/lt
0.01



3
Benzo (a) Pyrene
Mg/lt
0.00001



4
Chlordane (total isomer)
Mg/lt
0.0003



5
Chlordane
Mg/lt
0.03
0.003


6
2,4 D
Mg/lt
0.10



7
DDT
Mg/lt
0.03
0.042
0.002

8
Detergent
Mg/lt
0.5



9
1,2 Dichloroethane
Mg/lt
0.01



10
1,1 Dichloroethane
Mg/lt
0.0003



11
Heptachlor heptachlor epoxide
Mg/lt
0.003
0.018


12
Hexachlorobenzene
Mg/lt
0.00001



13
Lindane
Mg/lt
0.004
0.056


14
Metoxychlor
Mg/lt
0.03
0.035


15
Pentachlorophenol
Mg/lt
0.01



16
Pestisida total
Mg/lt
0.1



17
2,4,6 Trichlorophenol
Mg/lt
0.01



18
Zat Organik (KMnO4)
Mg/lt
10



19
Endrin
Mg/lt
-
0.001
0.004

20
Fenol
Mg/lt
-
0.002
0.001

21
Karbon kloroform ekstrak
Mg/lt
-
0.05


22
Minyak dan lemak
Mg/lt
-
Nihil
1

23
Organofosfat dan carbanat
Mg/lt
-
0.1
0.1

24
PCD
Mg/lt
-
Nihil


25
Senyawa aktif biru metilen
Mg/lt
-
0.5
0.2

26
Toxaphene
Mg/lt
-
0.005


27
BHC
Mg/lt
-

0.21








Mikrobiologik




1
Koliform tinja
Jml/100ml
0
2000


2
Total koliform
Jml/100ml
3
10000























Golongan A : air untuk air minum tanpa pengolahan terlebih dahulu
Golongan B : air yang dipakai sebagai bahan baku air minum melalui suatu pengolahan
Golongan C : air untuk perikanan dan peternakan
Golongan D : air untuk pertanian dan usaha perkotaan, industri dan PLTA.
Kualitas air yang digunakan masyarakat harus memenuhi syarat kesehatan agar dapat terhindar dari berbagai penyakit maupun gangguang kesehatan yang dapat disebabkan oleh air. Untuk mengetahui kualitas air tersebut, perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium yang mencakup antara lain pemeriksaan bakteriologi air, meliputi Most Probable Number  (MPN) dan angka kuman.  Pemeriksaan MPN dilakukan untuk pemeriksaan kualitas air minum, air bersih, air badan, air pemandian umum, air kolam renang dan pemeriksaan angka kuman pada air PDAM.
Khusus untuk air minum, disyaratkan bahwa tidak mengandung bakteri patogen, misalnya bakteri golongan E. coli, Salmonella typhi, Vibrio cholera. Kuman-kuman ini mudah tersebar melalui air (Transmitted by water) dan tidak mengandung bakteri non-patogen, seperti Actinomycetes dan Cladocera

Persyaratan  Kualitas air minum secara Bakteriologis
Parameter
Satuan
Kadar maksimum yang diperbolehkan
Keterangan
1
2
3
4
1.       Air Minum



E. coli atau Fecal coli
Jumlah per 100 ml sampel
0

1.       Air yang masuk sistem distribusi



E. coli atau Fecal col
Jumlah per 100 ml sampel
0

Total Bakteri Coliform
Jumlah per 100 ml sampel
0

1.       Air pada sistem distribusi



E. coli atau Fecal col
Jumlah per 100 ml sampel
0

Total Bakteri Coliform
Jumlah per 100 ml sampel
0


 Macam-macam sumber air yang dapat di manfaatkan sebagai sumber air minum sebagai berikut :
1.       Air laut
Mempunyai sifat asin, karena mengandung garam NaCl.Kadar garam NaCl dalam air laut 3 % dengan keadaan ini maka air laut tidak memenuhi syarat untuk diminum.
2.       Air Atmosfer
Untuk menjadikan air hujan sebagai air minum hendaknya pada waktu menampung air hujan mulai turun, karena masih mengandung banyak kotoran. Selain itu air hujan mempunyai sifat agresif terutama terhadap pipa-pipa penyalur maupun bak-bak reservoir, sehingga hal ini akan mempercepat terjadinya korosi atau karatan. Juga air ini mempunyai sifat lunak, sehingga akan boros terhadap pemakaian sabun.
3.       Air Permukaan
Adalah air hujan yang mengalir di permukaan bumi. Pada umumnya air permukaan ini akan mendapat pengotoran selama pengalirannya, misalnya oleh lumpur, batang-batang kayu, daun-daun, kotoran industri dan lainnya. Air permukaan ada dua macam yaitu air sungai dan air rawa. Air sungai digunakan sebagai air minum, seharusnya melalui pengolahan yang sempurna, mengingat bahwa air sungai ini pada umumnya mempunyai derajat pengotoran yang tinggi. Debit yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan akan air minum pada umumnya dapat mencukupi. Air rawa kebanyakan berwarna disebabkan oleh adanya zat-zat organik yang telah membusuk, yang menyebabkan warna kuning coklat, sehingga untuk pengambilan air sebaiknya dilakukan pada kedalaman tertentu di tengah-tengah.
4.       Air tanah
Air tanah adalah air yang berada di bawah permukaan tanah didalam zone jenuh dimana tekanan hidrostatiknya sama atau lebih besar dari tekanan atmosfer (Suyono,1993 :1).
5.       Mata air
Yaitu air tanah yang keluar dengan sendirinya ke permukaan tanah dalam hampir tidak terpengaruh oleh musim dan kualitas atau kuantitasnya sama dengan air dalam.
Sistem penyediaan air bersih meliputi besarnya komponen pokok antara lain: unit sumber baku, unit pengolahan, unit produksi, unit transmisi, unit distribusi dan unit konsumsi, yaitu (1)Unit sumber air baku merupakan awal dari sistem penyediaan air bersih yang mana pada unit ini sebagai penyediaan air baku yang bisa diambil dari air tanah, air permukaan, air hujan yang jumlahnya sesuai dengan yang diperlukan. (2) Unit pengolahan air memegang peranan penting dalam upaya memenuhi kualitas air bersih atau minum, dengan pengolahan fisika, kimia, dan bakteriologi, kualitas air baku yang semula belum memenuhi syarat kesehatan akan berubah menjadi air bersih atau minum yang aman bagi manusia. (3). Unit produksi adalah salah satu dari sistem penyediaan air bersih yang menentukan jumlah produksi air bersih atau minum yang layak didistribusikan ke beberapa tandon atau reservoir dengan sistem pengaliran gravitasi atau pompanisasi. (4). Unit produksi merupakan unit bangunan yang mengolah jenis-jenis sumber air menjadi air bersih.





Kesimpulan :
Masalah air bersih merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan manusiaa. Dimana setiap hari kita membutuhkan air bersih untuk minum, memasak, mandi, mencuci dan sebagainya. Penggunaan air yang bersih untuk kegiatan sehari-hari tentunya membuat manusia terhindar dari penyakit. Sebagia besar  tubuh manusia terdiri atas air, yang berfungsi sebagai pelarut dan peyusun segala system tubuh manusia. Agar air yang digunakan untuk kegiatan manusia tidak berdampak negative bagi manusia, maka perlu diketahui persyaratan air bersih. Kualitas air bersih dapat ditinjau dari segi fisik, kimia dan biologis. Kualitas fisik ditinjau bau, rasa, dan warna. Kualitas kimia dapat diteliti melalui pengamatan tentang kesadahan, pH, kandungan ion dan sebagainya. Sedangkan ada aatu tidaknya mikroorganisme penyebab penyakit pada air merupakan syarat biologi air bersih. Selain dari segi kualitas, jumlah air juga harus memadai dalam rangka pemenuhan kebutuhan manusia. Air digunakan manusia untuk mandi, minum, mencuci, pertanan, perikanan dan lain sebagainya. Masing-masing kegiatan tersebut memerlukan jumlah air yang beragam. Sumber air yang ada di permukaan bumi dapat diolah menjadi air minum dengan berbagai teknik yang telah berkembang, sehingga kebutukhan air minum yang memenuhi persyaratan Menteri Kesehatan Republik Indonesia dapat terpenuhi bagiu seluruh lapisan masyarakat.















STANDAR KUALITAS AIR MINUM MYANMAR

Abstrak
Myanmar adalah salah satu negara paling maju di dunia , dan sangat sedikit informasi yang tersedia mengenai kualitas air bangsa . Laporan ini memberikan gambaran dari situasi saat ini di negara itu , menyajikan hasil berbagai penilaian - kualitas air di daerah perkotaan Myanmar . Sungai , waduk , danau , dan sumber air juga diteliti dan ditemukan dengan kualitas yang umumnya baik . Kedua As dan hadir dalam konsentrasi yang relatif tinggi dan harus dikeluarkan sebelum sumur dalam yang digunakan . Jumlah piring heterotrofik dalam air minum yang tertinggi dalam pot publik , diikuti dengan air keran nonpiped , pipa air keran , dan air kemasan . Langkah-langkah harus diambil untuk meningkatkan kualitas air rendah dalam pot dan air keran nonpiped .

1.       Pengantar
Akses terhadap air bersih adalah masalah yang signifikan di negara-negara berkembang. Menurut laporan WHO , sekitar 780 juta orang di dunia tidak memiliki akses ke sumber pasokan air yang memadai [ 1 ] . Selain itu , 2,5 miliar orang tidak memiliki akses terhadap fasilitas sanitasi yang sesuai . Selanjutnya , sekitar 2 juta orang meninggal setiap tahun karena penyakit diare . Oleh karena itu , akses terhadap air bersih merupakan kebutuhan penting di negara berkembang , di mana infrastruktur tidak selalu tersedia dan sering perlu diperluas . Karena ketidaksesuaian perencanaan kota dan daerah perumahan yang sebenarnya , beberapa daerah harus bergantung pada pasokan air swasta tidak memadai . Ini adalah masalah yang berbeda di daerah kumuh dan daerah pinggir kota .

Myanmar adalah negara berkembang di Asia Tenggara . Bahkan di antara negara-negara berkembang , Myanmar jatuh ke dalam kategori negara-negara berkembang dengan kriteria PBB [ 2 ] . Infrastruktur air perlu dikembangkan untuk pembangunan ekonomi lebih lanjut negara . Namun, sangat sedikit data kualitas air yang tersedia saat ini . Untuk yang terbaik dari pengetahuan kita , hanya survei kualitas air yang telah dilakukan [ 3 ] . Penelitian tersebut melaporkan kualitas air di Danau Inle di bagian timur laut negara . Beberapa data - kualitas air untuk bendungan yang disediakan pada halaman web Lingkungan Hidup Kemitraan Air di Asia [ 4 ] tetapi hanya untuk parameter kualitas yang terbatas . Untuk pengetahuan kita, tidak ada informasi lain telah dilaporkan , dan situasi - kualitas air dan sanitasi saat ini di Myanmar karena tetap tidak jelas . Kami mengunjungi negara itu untuk melakukan survei - kualitas air dan menilai situasi saat ini sehubungan dengan infrastruktur air. Survei ini dilakukan di dua wilayah perkotaan , Yangon dan Nay Pyi Taw , ibukota mantan dan saat ini , masing-masing. Artikel ini mengungkapkan situasi - kualitas air dan sanitasi di Myanmar untuk pertama kalinya .

2.       Bahan dan Metode
2.1.  Study Area
Kami disurvei dua daerah perkotaan , Nay Pyi Taw dan Yangon . Kota Nay Pyi Taw menjadi ibukota pada tahun 2008, kota Yangon adalah ibukota sebelumnya. Sebuah survei dari sumber air minum dan kualitas dilakukan . Rincian lokasi perairan sumber ditunjukkan pada Gambar 1 . Di Nay Pyi Taw , air sumber dari sumur yang dalam dan dua bendungan diperiksa . Di daerah Yangon , perairan lingkungan di danau dan sungai diperiksa .
Minum air dikumpulkan dari berbagai sumber, termasuk pot publik , keran nonpiped , keran pipa , dan air minum kemasan , seperti ditunjukkan pada Tabel 1 . Tiga botol air ( 500 ml ) dari perusahaan yang berbeda diperoleh secara komersial . Pipa air keran dikumpulkan dari tiga keran di Yangon dan Nay Pyi Taw . Air keran Nonpiped dikumpulkan pada sebuah pagoda dan pada bangunan lain ( gedung D ) . Di Myanmar , pagoda adalah tempat pertemuan bagi umat Buddha , dan air minum pelengkap disediakan . Keran air di pagoda diberikan oleh sumber pasokan nonpiped . Hal itu dirawat oleh point-of - penggunaan ( POU ) fasilitas dan kemudian disimpan . Gedung D terletak di luar kota Yangon di daerah yang tidak dilayani oleh Komite Pembangunan Kota Yangon ( YCDC ) layanan air keran . The sistem pasokan air ke bangunan itu pribadi dioperasikan oleh fasilitas POU yang menggunakan kombinasi reverse osmosis ( RO ) membran pengobatan dan ( UV ) sistem disinfeksi ultraviolet .
Air minum juga dikumpulkan dari pot umum yang berada di pinggir jalan ( Gambar 2 ) . Di daerah Yangon , pot diisi dengan air , tertutup , dan ditempatkan di sepanjang pinggir jalan untuk keperluan minum publik . Kami mengumpulkan sampel dari berbagai panci dan memeriksa kualitas air , dengan fokus pada analisis bakteri .

2.2.  Diukur Parameter
2.2.1.   Bakteri
Jumlah E. coli dan bakteri coliform jumlah dan jumlah piring heterotrofik ( HPC ) ditentukan dengan menggunakan kit komersial ( Petrifilm , 3M , USA) di setiap situs . E. coli dan bakteri coliform total yang diinkubasi pada suhu 37 ° C selama 24 jam , dan HPC diinkubasi pada suhu 37 ° C selama 48 jam . Validitas kit ini telah dikonfirmasi [ 5 , 6 ] , dan itu menunjukkan korelasi tinggi untuk E. coli dan coliform jumlah . Korelasi yang tinggi juga dilaporkan untuk HPC , meskipun perbedaan kecil bisa timbul dengan kondisi inkubasi yang berbeda [ 7 ] .

2.2.2.     Parameter kimia
Terlarut karbon organik ( DOC ) , nitrogen total terlarut ( DTN ) , dan anion diukur dengan TOC analyzer ( TOC - L , Shimadzu ) . Konsentrasi anion ( , , , , , , dan ) ditentukan dengan kromatografi ion ( IC - 861 , Metrohm ) setelah penyaringan melalui 0,45 m politetrafluoroetilena ( PTFE ) membran .

2.2.3.     Logam Berat
Logam terlarut dianalisis dengan ICP - MS ( 7500 Series , Agilent ) setelah penyaringan melalui membran PTFE 0,45 pM .

3.       Hasil dan Diskusi
3.1   Sumber Kualitas Air di Nay Pyi Taw
Parameter kualitas air di dua bendungan dan sumur yang dalam di Nay Pyi Taw diperiksa dan dibandingkan . Ringkasan hasil , ditunjukkan dalam Gambar 3 , menunjukkan kualitas air umumnya baik . Tidak ada E. coli terdeteksi pada 1 sampel mL di semua lokasi , menunjukkan kualitas air bakteri baik . Jumlah tingkat coliform adalah 14 dan 3 CFU / mL pada dua bendungan . Nilai-nilai yang dekat dengan 10 CFU / mL , yang merupakan " kelas A " standar lingkungan Jepang untuk air danau [ 8 ] . DOC adalah 3,5 mg / L pada Dam 1 dan 3,0 mg / L pada Dam 2 , dan itu 0,8 mg / L dalam sumur . Nilai DOC pada dua bendungan yang dapat diterima untuk sumber air , mengingat 3 mg / L dari TOC dalam air jadi telah diadopsi sebagai standar air minum di Jepang [ 9 ] . sebuah studi sebelumnya telah dilaporkan sekitar 30-50 mg C / L dari TOC di Danau Inle [ 3 ] . Dibandingkan dengan hasil untuk Danau Inle , kedua bendungan memiliki kualitas air yang lebih baik .
Dua pengamatan penting dilakukan berkaitan dengan kualitas air sumur dalam. Tingkat ion fluoride adalah 1 mg / L , yang dekat dengan 1,5 mg / L nilai pedoman WHO [ 10 ] . As tingkat adalah 7,9 mg / L , yang juga dekat dengan nilai pedoman WHO dari 10 mg / L. Oleh karena itu , pengolahan air yang memadai harus disediakan sebelum juga dapat digunakan sebagai sumber air minum . Secara keseluruhan , kualitas air di dua bendungan dan sumur dalam bisa dianggap adil, dan air dapat digunakan untuk minum dengan pengobatan yang tepat .

3.2. Kualitas Air lingkungan di Yangon
Kualitas air lingkungan juga disurvei di wilayah Yangon . Hasil parameter bakteri ditunjukkan pada Tabel 2 . Standar Jepang untuk kadar total coliform dalam air sungai 0,5 CFU / mL untuk kelas AA , 10 CFU / mL untuk kelas A , dan 50 CFU / mL untuk kelas B [ 8 ] . Perairan sungai di Yangon ditemukan untuk menjadi dekat dengan standar kelas B , menunjukkan bahwa mereka dapat digunakan untuk minum setelah pengolahan lanjutan. Di antara titik sampling di Sungai Yangon , R2 terletak di tepi sungai sebelah kiri , sedangkan R3 dan R4 yang terletak di tengah sungai . Nilai total coliform tertinggi pada R2 di tepi sungai sebelah kiri , yang paling dekat dengan kegiatan perkotaan . Ada juga cairan yang keluar dari sebuah pabrik pengolahan air limbah di tepi sungai sebelah kiri , yang akan memberikan kontribusi terhadap jumlah besar dari total coliform tercatat sebesar R2 .
L1 dan L2 adalah danau rekreasi di wilayah Yangon . Di L1 , E. coli tidak terdeteksi pada 1 sampel mL , sedangkan tingkat 2 adalah CFU / mL pada L2 . Jumlah coliform juga tinggi , dengan 110 CFU / mL pada L2 . Sebuah laporan sebelumnya menunjukkan kadar total coliform dari 18-137 CFU / mL di Danau Inle [ 3 ] . Mengingat angka-angka ini , L2 tidak cocok sebagai sumber air minum .
Bahan kimia Parameter - kualitas air diringkas dalam Gambar 4 . Dalam sampel air sungai , DOC kurang dari 3 mg C / L , yang memenuhi standar air minum berkualitas Jepang [ 9 ] . Tingkat ion cenderung meningkat hilir . Tingkat Br ion dan As menunjukkan kecenderungan yang sama, meskipun penurunan tersebut tidak ditandai . Berbeda dengan pengukuran unsur, DOC , DTN , dan nitrat yang stabil di sepanjang aliran sungai . Oleh karena itu diasumsikan bahwa sumber-sumber , , dan As berbeda dengan karbon dan nitrogen .

3.3. Kualitas Air Minum -
Kualitas air minum minum yang disurvei untuk berbagai sumber air di Myanmar termasuk ( i ) pot publik , ( ii ) pipa pasokan air di Yangon dan Nay Pyi Taw , ( iii ) penyediaan air nonpiped , dan ( iv ) botol air.
Untuk kualitas air bakteri , E. coli tidak terdeteksi pada 1 sampel air mL dari sumber air. Namun, ada tren yang jelas dalam HPC , seperti yang ditunjukkan pada Gambar 5 . Air Pot memiliki tingkat HPC 3200 dan 1500 CFU / mL . Dalam air keran nonpiped , tingkat HPC adalah 1700 dan 1170 CFU / mL , dan , di perairan keran pipa , HPC adalah 140 , 600 , dan 1200 CFU / mL . Dari tiga botol air diperiksa , HPC terdeteksi pada dua botol di 760 dan 12 CFU / mL , tapi HPC tidak terdeteksi dalam sampel air minum kemasan lainnya . KBT memiliki berbagai kondisi inkubasi [ 11 ] kondisi inkubasi , dan berbeda menghasilkan nilai yang berbeda . Pemerintah Jepang telah mengadopsi nilai 2000 CFU / mL sebagai standar kualitas air untuk HPC dengan inkubasi pada 20 ° C selama 7 hari [ 9 ] . Hal ini sama dengan sekitar 740 CFU / mL dengan inkubasi pada 37 ° C selama 2 hari di Petrifilm , yang kita digunakan dalam penyelidikan awal kami ( data tidak dipublikasikan ) . Dari hasil ini , kami menyimpulkan bahwa air dari semua panci , semua keran nonpiped , satu pipa keran , dan satu botol air melebihi nilai yang dikonversi dari standar air minum berkualitas Jepang dan mungkin tidak cocok untuk minum .

Pipa air yang disurvei di dua bangunan di Nay Pyi Taw dan pada satu bangunan di Yangon . Air pipa persediaan berisi beberapa residu klorin : 0,01 mg / L di dua keran di Nay Pyi Taw dan 0,03 mg / L pada keran di Yangon . Pada keran di Yangon , klorin hadir sepenuhnya seperti klorin bebas . Klorin ini sisa mungkin telah berkontribusi terhadap pemeliharaan kualitas air dalam penyediaan air bersih .

Sangat menarik untuk dicatat distribusi - kualitas air di perairan botol , dengan satu pasokan air minum kemasan memiliki kualitas air lebih buruk dari dua keran pipa . Ini mungkin hasil dari kualitas air sumber dan efisiensi pengobatan perusahaan air botol yang berbeda . Parameter kualitas air lainnya juga dimonitor , termasuk As dan . Semua item yang diukur memenuhi standar air minum berkualitas Jepang [ 9 ] .

3.4.  Pengobatan Efisiensi Sarana POU
Kami menyelidiki kinerja fasilitas POU di sebuah bangunan di Yangon , yang terletak di luar daerah pipa air YCDC . Sumber air adalah air tanah , yang dirawat oleh membran RO diikuti oleh desinfeksi UV . Rasio menghilangkan bakteri ( HPC ) , karbon dan nitrogen , anion , dan logam ditunjukkan pada Gambar 6 . Logam berat yang terdaftar telah dihapus dengan efisiensi tinggi . Anion juga dihapus dengan efisiensi tinggi kecuali nitrat , yang hanya penghapusan 45% tercapai . Karena pengobatan UV tidak menghapus anion dan logam , unsur-unsur ini telah dihapus oleh membran RO .
Sebaliknya , DOC dan DTN penghapusan sangat rendah : 1 % DOC dan 5% DTN . DOC dan DTN isi air baku adalah 0,55 mg C / L dan 0,23 mg N / L , masing-masing. Mengingat penghapusan anion dan logam , membran RO akan bekerja dengan baik . Penjelasan yang mungkin adalah bahwa materi yang paling organik dan nitrogen dalam air baku memiliki berat molekul yang sangat kecil dan dapat melewati membran RO . Penyelidikan lebih lanjut dari distribusi berat molekul akan mengkonfirmasi asumsi ini .

Perlu dicatat bahwa rasio penghapusan bakteri negatif . Mengingat penghapusan anion dan logam , bakteri bisa dihilangkan dengan pengobatan membran RO . Pengobatan UV juga berkontribusi terhadap penekanan aktivitas bakteri , tetapi pengobatan UV tidak memiliki efek residual. Oleh karena itu , pertumbuhan kembali bakteri dapat terjadi dalam tangki penyimpanan setelah perawatan UV . Pengobatan UV memiliki potensi tinggi untuk dipasang di fasilitas POU karena kemudahan penanganan dan pemeliharaan . Mempertahankan kualitas air bakteri setelah perawatan UV merupakan isu penting di luar daerah pipa pasokan air.

4.       Kesimpulan
Penelitian ini meneliti kualitas air di daerah perkotaan Myanmar dan menghasilkan gambaran dari situasi saat ini . Sungai , waduk , danau , dan baik sampel air yang diperiksa dan ditemukan dengan kualitas yang umumnya baik . As dan hadir pada konsentrasi yang relatif tinggi dan harus dikeluarkan sebelum sumur dalam dapat digunakan . Jumlah piring heterotrofik dalam air minum yang tertinggi dalam pot , diikuti dengan air keran nonpiped , pipa air keran , dan sampel air kemasan . Langkah-langkah perlu diambil untuk meningkatkan kualitas air yang buruk dalam pot dan keran nonpiped .

0 komentar:

Posting Komentar