This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 17 Desember 2019

HatHati Terhadap Penyakit Difteri

Penyakit difteri disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheria. Bakteri ini menyerang tenggorokan karena penderita penyakit difteri akan mengalami kesulitan saat menelan. Anda harus berhati-hati terhadap penyakt difteri karena penyakit ini tergolong penyakit menular. Penularan penyakit difteri bisa dari ludah penderita atau peralatan makan penderita yang dipakai oleh orang yang sehat.



Bakteri ini menginfeksi saluran pernafasan terutama bagian fonsil, bagian antara hidung dan tenggorokan. Penyakit ini merupakan penyakit yang berbahaya karena bisa menyebabkan kematian. Penyakit difteri banyak diderita oleh anak-anak. Penyakit difteri memang jarang terjadi tapi tidak ada salahnya Anda berhati-hati terhadap penyakit ini.

Gejala yang paling umum yang terjadi adalah demam, sakit pada tenggorokan dan pilek. Bakteri Corynebacterium diphtheria akan berkembang biak dengan cepat melepaskan racun sehingga tubuh penderita akan lemah. Penderita akan mengalami mual dan muntah-muntah, denyut jantung meningkat, suara menjadi serak, kesulitan menelan karena tenggorokan sakit.

Penyakit difteri yang sudah parah maka tenggorokan penderitanya akan bengkak sehingga penderita sulit bernafas. Jika saluran pernafasan tertutup sama sekali bisa mengakibatkan kematian.

Jika tidak segera diobati maka racun akan merusak jaringan saluran nafas bagian atas dan mematikan jaringan tersebut.

Akibat paling fatal dari kejadian ini adalah kematian. Penyakit difteri bisa menyerang siapapun. Fokus pengobatan penyakit difteri adalah dengan menetralkan racun atau toksin yang sudah menyebar ke tubuh. Kemudian dilakukan pengobatan untuk membunuh bakteri Corynebacterium diphtheria.

Penanganan yang tepat dan cepat akan menjauhkan penderita penyakit difteri dari komplikasi penyakit lainnya. Keadaaan bisa bertambah parah apabila penderita sangat muda usianya, kurang gizi dan terlambat memberikan anti toksin.

Salah satu cara yang bisa ditempuh untuk berhati-hati terhadap penyakit difteri adalah dengan pencegahan secara dini yaitu dengan cara memberikan imunisasi Diphtheria Pertusis Tetanus (DPT). Imunisasi diberikan saat anak berusia 3,4 dan 5 bulan. Dan kemudian dilakukan kembali saat anak berusia 16 bulan hingga 2 tahun dan saat anak berusia 6 tahun.

Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan juga bagus untuk mencegah penyakit difteri. Bakteri penyebab difteri paling senang dengan lingkungan yang kumuh dan bersanitasi buruk. Jangan lupa pola makan yang sehat dan higienis juga bisa mencegah dari penyakit ini.

Haruskah Selalu Menghitung Kalori Disini Jawabannya

Bagi sebagian besar orang terutama wanita, kegemukan merupakan sesuatu yang menakutkan. Mereka akan sekuat tenaga mempertahankan tubuh ideal mereka demi terhindar dari kegemukan. Penampilan mereka seakan seperti sebuah cerminan diri mereka yang sebenarnya. Dengan hal tersebut, segala cara termasuk pola makan dengan cara menghitung kalori pun dilakukannya. Namun haruskah selalu menghitung kalori? Ternyata hal tersebut tidaklah selalu benar.



Pada awalnya menghitung jumlah kalori suatu makanan bertujuan agar kadar kalori tidak berlebihan masuk kedalam tubuh Anda. Kalori yang berlebih tersebut bisa menghasilkan sebuah timbunan lemak yang nantinya akan membuat diri Anda semakin gemuk. Kegemukan tersebutlah yang membuat rasa kurang percaya diri. Untuk itulah mereka melakukan hitungan kalori dengan sangat ketat.

Namun jika ditinjau lebih jauh, ternyata hal tersebut justru akan lebih membuat diri Anda menjadi stress. Ketika di suatu waktu Anda diajak untuk pergi ke sebuah restoran, tentu akan merasa tersiksa karena menu di restoran tersebut kebanyakan memiliki kalori yang cukup besar. Ketika di rumah, menu yang tersaji bisa dibilang memiliki kalori yang sepertinya akan mengakibatkan diri Anda menjadi gemuk.

Semakin hari semakin pusing Anda dibuatnya.

Jadi haruskah selalu menghitung kalori?
Menurut seorang pakar kesehatan disebutkan bahwa setiap wanita haruslah menghilangkan pola penghitungan kalori dalam setiap memakan sebuah menu makanan. Cukup dengan membuat sebuah menu yang seimbang yang terdiri dari karbohidrat, protein, vitamin dan mineral maka tubuh akan menjadi ideal. Karbohidrat bisa didapat dari nasi atau tepung gandum.

Untuk nasi usahakan nasi yang digunakan adalah nasi merah karena mengandung serat yang berguna untuk melancarkan metabolisme tubuh. Untuk protein, Anda bisa mendapatkannya dari tempe dan tahu. Bisa juga dengan penambahan ikan sebagai menu pelengkap.

Untuk vitamin dan mineral bisa didapat dari buah pisang dan air putih. Yang terpenting dari seluruh menu tersebut adalah porsinya yang tidak boleh berlebihan dan jaga pola atau waktu makannya sehingga tidak mengakibatkan pola makan yang berlebihan pada satu waktu tertentu.

Jadi haruskah selalu menghitung kalori? Jawabannya adalah tidak harus selalu. Penghitungan kalori hanya berguna saat memakan makan yang banyak mengandung lemak dan zat yang manis. Untuk menu harian cukup dengan menu yang sehat dan pola hidup yang baik, maka Anda dapat memiliki tubuh yang sehat dan langsing.